Senin, 19 Februari 2018

SISTEM PENILAIAN PADA PROSES PEMBELAJARAN SAINS PADA SISWA


1. Pengertian Penilaian
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan (Trianto, 2010). Dalam istilah asingnya, penilaian adalah evaluation dan diperoleh kata indonesia evaluasi yang berarti menilai (tetapi dilakukan dengan mengukur terlebih dahulu). Kita tidak dapat mengadakan penilaian sebelum kita mengadakan pengukuran.
Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif. Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap seseuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif. Mengadakan evaluasi meliputi kedua langkah diatas, yakni mengukur dan menilai.
Sedangkan, Pengertian penilaian berdasarkan peraturan MENDIKNAS Nomor 20 Tahun2007 Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. 

Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan berdasarkan standar penilaian pendidikan yang berlaku secara nasional. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian dapat berupa ulangan dan atau ujian. Dalam dunia pendidikan, khususnya dunia persekolahan, penilaian mempunyai makana ditinjau dari berbagai segi.

a.         Makna bagi sisiwa
Dengan diadakanya penilaian, maka siswa dapat mengetahui sejauh mana telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Hasil yang diperoleh siswa dari perkerjaan menilai ini ada 2 kemungkinan yaitu memuaskan dan tidak memuaskan.
b.        Makna bagi guru
      1.       Dengan hasil penilaian yang diperoleh guru akan dapat mengetahui kemampuan siswa. Dengn petunjuk ini guru dapat lebih memusatkan perhatianya kepada siswa-siswa yang belu berhasil.
       2.        Guru mengetahui apa materi yang diajarkan sudah tepat bagi siswa sehingga untuk memberikan pengajaran diwaktu yang akan datang tidak perlu diadakan perubahan.
        3.        Guru akan mengetahui apakah metode yang digunakan sudah tepat atau belum
c.         Makna bagi sekolah
       a)        Hasil belajar merupakan cermin kualitas sesuatu sekolah.
       b)        Informasi dari guru tentang tepat tidaknya kurikulum untuk sekolah itu dapat merupakan 
               bahan pertimbangan bagi perencanaan sekolah untuk masa-masa akan datang.
           c)        Informasi hasil penilaian yang diperoleh dari tahun ketahun dapat digunakan sebagai pedoman bagi sekolah

2. Tujuan Penilaian
        Tujuan atau fungsi penilaian ada beberapa hal:
a)        Penilaian berfungsi selektif
Dengan mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau penilaian      terhadap siswanya. Penilaian itu sendiri mempunayai berbagai tujuan., antara lain:
·           Untuk memilih siswa yang dapat diterima disekolah tertentu.
·           Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya
·           Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa
·           Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah, dan sebaliknya.

b)        Penilaian berfungsi diagnostik
Dengan mengadakan penilaian, sebelumya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelamahan-kelamahanya. Dengan diketahui sebab-sebab kelemahan ini, akan lebih mudah dicari untuk mengatasi.

c)        Penilaian berfungsi sebagai penempatan
Sistem yang baru yang kini banyak dipopulerkan dinegara barat, adalah sistem belajar sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah paket belajar, baik berbentuk modul maupun paket belajar yang lain. Sebagai alasan dari timbulnya sistem ini adalah adanya pengakuan yang besar terhadap kemapuan individual. Setiap siswa sejak lahirnya telah membawa bakat sendiri-sendiri sehingga pelajaran akan lebih efektif apabila disesuaiakan dengan pembawaan yang ada. Akan tetapi diesebabkan karena keterbatasan sarana dan tenaga, pendidikan yang bersifat individual kadang-kadang sukar sekali  dilaksanakan. Pendekatan yang lebih bersifat melayani perbedaan kemampuan, adalah pengajaran secara kelompok . untuk dapat menentukan dengan pasti dikelompok mana seorang siswa harus ditempatkan, digunkan untuk penilaian. Sekelompok siswa yang mempunyai hasil penilaian yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.

d)       Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan.
Fungsi keempat dari penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu perogram berhasil diterapkan. Telah disinggung pada bagian sebelum ini, keberhasilan program ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana, dan sistem administrasi.

3 Aspek Penilaian
Tujuan IPA adalah menguasai pengetahuan IPA, memahami dan menerapkan konsep IPA, menerapkan keterampilan proses, dan mengembangkan sikap. Tujuan penilaian ini sejalan dengan tiga aspek dalam kerangka kurikulum IPA seperti ditunjukkan di bawah:
1. Penilaian Pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep IPA
2. Penilaian Keterampilan dan Proses
3. Penilaian karakter dan sikap (sikap ilmiah)

Penjelasan ketiga jenis penilaian tersebut di atas adalah sebagai berikut:
  • 1.      Penilaian Pengetahuan, Pemahaman dan Penerapan Konsep IPA
Penilaian pengetahuan IPA merupakan produk dari pembelajaran IPA. Penilaian ini bertujuan untuk melihat penguasaan peserta didik terhadap fakta, konsep, prinsip, dan hukum-hukum dalam IPA dan penerapannya dalam kehidupan. Peserta didik diharapkan dapat menggunakan pemahamannyatersebut untuk membuat keputusan, berpartisipasi di masyarakat, dan menanggapi isu-isu lokal dan global.

  • 2.      Penilaian Keterampilan Proses
Penilaian dilakukan tidak hanya terhadap produk, tetapi juga proses.Penilaian proses IPA dilakukan terhadap keterampilan proses IPA, meliputi keterampilan dasar IPA dan keterampilan terpadu tingkat awal. Keterampilan proses IPA dasar meliputi observasi, inferensi, melakukan pengukuran, menggunakan bilangan, klasifikasi, komunikasi, dan prediksi. Di samping itu,peserta didik mulai diperkenalkan dengan kemampuan melakukan percobaan sederhana dengan dua variabel atau lebih untuk menguji hipotesis tentang hubungan antar variabel. Peserta didik juga dilatih mengkomunikasikan hasil belajarnya melalui berbagai bentuk sepeti debat, diskusi, presentasi, tulisan, dan bentuk ekspresif lainnya. Dari berbagai keterampilan proses ilmiah, berikut adalah enam keterampilan dasar yang perlu dikuasai untuk peserta didik.
a. Observasi
Penilaian keterampilan melakukan observasi dinilai pada saat melakukan observasi dalam rangka memperoleh data hasil penginderaan terhadap objek dan fenomena alam menggunakan panca indera. Informasi yang diperoleh menimbulkan rasa ingin tahu, pertanyaan, interpretasi, dan investigasi.

b. Komunikasi
Keterampilan berkomunikasi secara ilmiah menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan grafik, carta, peta, simbol, diangram, rumus matematis, dan demonstrasi visual, baik secara tertulis maupun lisan.

c. Klasifikasi
Keterampilan melakukan klasifikasi diperlukan untuk mengelompokkan berbagai objek untuk mempermudah mempelajarinya, berdasarkan persamaan, perbedaan, dan saling keterkaitan obyek.

d. Pengukuran
Keterampilan melakukan pengukuran menggunakan alat ukur standar untukmelakukan observasi secara kuantitatif, membandingkan, dan mengklasifikasikan, serta mengkomunikasikannya secara efektif. Alat pengukuran meliputi penggaris, meteran, neraca, gelas ukur, termometer, pH meter, Higrometer, dan sebagainya.

e. Inferensi
Keterampilan melakukan interpretasi dan menjelaskan kejadian di sekitar kita.Kemampuan ini dibutuhkan antara lain untuk menyusun hipotesis. Interpretasi menghubungkan pengalaman lampau dengan apa yang sedang dilihat.

f. Prediksi
Keterampilan melakukan prediksi ditentukan oleh observasi yang teliti dan inferensi untuk memprediksi apa yang akan terjadi untuk menentukan reaksi yang tepat terhadap lingkungan.

g. Percobaan Sederhana
Keterampilan melakukan percobaan diawali dengan kemampuan menyusunpertanyaan, mengidentifikasi variabel, mengemukakan hipotesis, mengidentifikasi variabel kontrol, membuat desain percobaan, melakukan percobaan, mengumpulkan data, dan interpretasi data.

  • 3. Penilaian sikap
                 Penilaian sikap ilmiah meliputi sikap obyektif, terbuka, tidak menerima begitusaja sesuatu sebagai kebenaran, ingin tahu, ulet, tekun, dan pantang menyerah. Selain itu, kemampuan bekerjasama, bertukar pendapat, mempertahankan pendapat, menerima saran, dan kemampuan sosial lainnya dapat juga dilakukan melalui pembelajaran IPA

4. Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut:
a. Penilaian kompetensi sikap
Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat”(peer evaluation) oleh peserta  didik  dan   jurnal.   Instrumen  yang  digunakan   untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antar peserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (ratingscale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.
  • ·        Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera,baik secara langsung maupun  tidak  langsung  dengan  menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.
  • ·         Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian  kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
  • ·        Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antar peserta didik.
  • ·         Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.

b. PenilaianKompetensi Pengetahuan
 Pendidik menilai kompetensi  pengetahuan  melalui tes  tulis, tes lisan, dan penugasan.
  •  Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda,isian,jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian .Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran.
  •  Instrumen tes lisanberupa daftar pertanyaan.
  •  Instrumen penugasan berupa pekerjaan  rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.

c. Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu  kompetensi tertentu  dengan  menggunakan  tes  praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
  •    Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu  aktivitasatau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.
  •    Projek adalah tugas-tugas belajar (learningtasks) yang meliputi kegiatanperancangan,     pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
  •    Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara  menilai kumpulan  seluruh  karya peserta  didik  dalam bidang    tertentu   yang   bersifat   reflektif-integratif   untuk mengetahui minat,    perkembangan,    prestasi,    tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
  5  Syarat menyusun  alat penilaian
       Membuat pertanyaan tes (alat evaluasi) tidak mudah, sebab tes/pertanyaan merupakan alat untuk melihat perubahan kemampuan dan tingkah laku siswa setelah ia menerima pengajaran dari guru/pengajar di sekolah. Alat evaluasi yang salah, akan menggambarkan kemampuan dan tingkah laku yang salah pula. Oleh karena itu teknik penyusunan alat evaluasi penting dipertimbangkan agar memperoleh hasil yang objektif.
       Beberapa syarat dan petunjuk yang perlu diperhatikan dalam menyusun alat evaluasi, ialah:
1.      Harus menetapkan dulu segi-segi apa yang  akan dinilai, sehingga betul-betul terbatas serta dapat  
memberi petunjuk bagaimana dan dengan alat apa segi tersebut dapat kita nilai.
2.      Harus menetapkan alat evaluasi yang betul-betul valid dan reliable, artinya taraf ketetapan dan
ketetapan tes sesuai dengan aspek yang akan dinilai.
3.      Penilaian harus objektif, artinya menilai prestasi siswa sebagaimana adanya.
4.      Hasil penilaian tersebut harus betul-betul diolah dengan teliti sehingga dapat ditafsir berdasarkan kriteria yang berlaku.
5.      Alat evaluasi yang dibuat hendaknya mengandung unsure diagnosis, artinya dapat dijadikan bahan untuk mencari kelemahan siswa belajar dan guru mengajar.

6 Prinsip Penilaian
1.      Sahih
Penilaian hasil belajar oleh pendidik harus mengukur pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam standar isi (standar kompetensi dan  kompetensi dasar) dan standar kompetensi lulusan. Penilaian valid berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi.
2.      Objektif
Berati penilaian berbasis pada standar (prosedur daan kriteria yang jelas) dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai. Agar penilaian objektif, seorang guru harus berupaya secara optimal untuk memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja peserta didik dari sejumlah penilaian dan  membuat keputusan  yang adil tentang penguasaan kompetensi peserta didk dengan mempertimbangkan hasil kerja peserta didik.
3.      Terpadu
Berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester dan ujian kenaikan kelas.
4.      Ekonomis
Berati penilaian yang efesien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporannya.

5.      Transparan
Berarti prosedur penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporannya serta dapat diketahui oleh semua pihak yang berkepantingan.
6.      Akuntabel
Berati penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur dan hasilnya.
7.      Sistematis
Berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
8.      Beracuan kriteria
Penilaian hasil belajar oleh guru didasarkan pada standar penilaian dan ukuran pencapain kompetensi yang telah ditetapkan.
9.        Menyeluruh/kmprehensif
Penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan berbagai macam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensiatau kemampuan peserta didik sehingga tergampar kemampuan peserta didik.
10.    Mendidik
Penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses prmbelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik.
7.  Standar Penilaian Pendidikan Ipa
Penilaian pembelajaran IPA di sekolah hendaknya mengacu pada suatu standar yang ditetapkan baik secara nasional maupun internasional. National Research Council dalam National Committee on Science Education Standards and Assessment (1996), telah menetapkan National Science Education Standards (NSES), suatu standar bagi pendidik dalam menilai pendidikan IPA di semua level pendidikan. Standar nasional pendidikan IPA versi NRC ini berisi standar konten IPA, standar pedagogi dalam mengajar IPA, standar  profesi, standar program, standar asesmen, dan standar sistem. Mutu pendidikan IPA yang baik, harusmemenuhi semua standar tersebut.
Penilaian standar memberikan kriteria untuk menilai kemajuan menuju visi pendidikan IPA pada literasi sains untuk semua. Standar yang menggambarkan kualitas praktek penilaian yang digunakan oleh guru dan lembaga pemerintah untuk mengukur prestasi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar IPA. Panduan untuk mengembangkan penilaian, praktek, dan kebijakan. Standar ini dapat diterapkan untuk penilaian siswa, guru, program formatif dan sumatif, dan penilaian eksternal. Sebagai mekanisme umpan balik utama dalam sistem pendidikan sains.

 7.1. Standar Penilaian IPA
Latar belakang disusunnya Standar pendidikan IPA ini adalah karena adanya kebutuhan masyarakat terhadap IPA bukan hanya sekedar ilmu tetapi sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk bertahan hidup (NRC, 1996). Standar penilaian menyediakan kriteria untuk menentukan kualitas  praktik-pratik penilaian. Standar penilaian meliputi lima bidang sebagai berikut:
1. Konsistensi penilaian dengan suatu keputusan merupakan desain untuk informasi
2. Penilaian prestasi dan kesempatan untuk belajar sains
3. Mencocokkan antara kualitas teknis dari kumpulan data dan konsekuensi tindakan yang perlu
    dilakukan berbasis data tersebut
4.  Kejujuran dalam praktik penilaian
5. Ketepatan penarikan kesimpulan berdasarkan penilaian tentang prestasi siswa dan kesempatan
     untuk  belajar.
Dalam visi yang dijelaskan oleh National Science Education Standards, penilaian adalah mekanisme umpan balik utama dalam sistem pendidikan sains. Standar penilaian  menyediakan siswa dengan umpan balik tentang seberapa baik mereka memenuhi harapan, guru dengan umpan balik tentang seberapa baik siswa mereka belajar, sekolah dengan umpan balik tentang efektivitas guru dan program mereka, dan pembuat kebijakan dengan umpan balik tentang seberapa baik kebijakan bekerja. Umpan balik ini pada gilirannya merangsang perubahan kebijakan, memandu pengembangan profesional guru, dan mendorong siswa untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang IPA.

7.2.  Perubahan Fokus Standar Penilaian
Berdasarkan National Science Education Standard in the  United States (National Research Council, 1996)  perubahan fokus yang terjadi pada standar penilaian adalah sebagai berikut

Tabel 2.1 Perubahan Fokus Standar Penilaian
Hal yang Dikurangi
Hal yang Diutamakan
Menilai yang mudah diukur 
Menilai yang paling berharga
Menilai pengetahuan yang memiliki
ciri yang  jelas
Menilai pengetahuan yang kaya
dan berstruktur baik
Menilai pengetahuan yang bersifat ilmiah
Menilai pemahaman dan pemikiran 
Ilmiah
Menilai untuk mempelajari apa
yang tidak dipahami siswa
Menilai untuk mempelajari apa
yang dipahami siswa
Hanya melakukan penilaian atas pencapaian 
Menilai pencapaian dan peluang untuk belajar
Penilaian akhir dilakukan oleh guru 
Siswa terlibat dalam penilaian yang 
sedang berlangsung atas hasil kerjanya dan hasil kerja temannya
Pengembangan penilaian eksternal hanya oleh ahli
Guru terlibat dalam pengembangan penilaian eksternal

Proses penilaian adalah alat yang efektif  untuk mengkomunikasikan harapan  sistem pendidikan IPA untuk semua pihak yang terkait dengan pendidikan IPA. Praktek penilaian dan kebijakan memberikan definisi operasional  apa yang penting untuk dilakukan. Misalnya, penggunaan  dari proses penyelidikan/inquiri untuk penilaian  tugas siswa dari apa yang sedang dipelajari, bagaimana guru mengajar, dan dimana sumber daya  yang harus dialokasikan.
Penilaian adalah sistematis, proses tahapan yang melibatkan pengumpulan dan interpretasi data pendidikan. Standar penilaian meliputi empat komponen dapat dikombinasikan dalam berbagai cara. Misalnya, guru menggunakan data prestasi siswa untuk merencanakan dan memodifikasi praktik pengajaran. Berbagai kegunaan, pengguna, metode, dan data berkontribusi terhadap kompleksitas dan pentingnya penilaian proses. 
8. Rubik
Menurut Abdul Majid (2013) Rubrik penilaian merupakan kunci penskoran yang menggambarkan berbagai tingkat kualitas kemampuan dari yang sempurna  sampai yang kurang untuk menilai satu tugas , keterampilan proyek, esai , laporan penelitian atau kinerja spesifik.
Rubrik merupakan panduan penilaian yang menggambarkan kriteria yang diinginkan guru dalam menilai atau memberi tingkatan dari hasil pekerjaan siswa  Rubrik perlu memuat daftar karakteristik yang diinginkan yang perlu ditunjukkan dalam suatu pekerjaan siswa disertai dengan panduan untuk mengevaluasi masing-masing karakteristik tersebut.
Rubrik merupakan pedoman kerja untuk siswa dan guru. Idealnya rubrik diberikan kepada siswa sebelum tugas dilakukan agar siswa memahami kriteria yang digunakan untuk menilai hasil kerja mereka.
Menurut Abdul Majid (2013) Keuntungan yang dapat diperoleh bila guru menggunakan rubrik diantaranya :
1.      Guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan fokus, penekanan, dan perhatian pada rincian tertentu sebagai modal pengetahuan untuk siswa
2.      Siswa mempunyai pedoman yang jelas mengenai apa yang diharapkan guru
3.      Siswa dapat menggunakan rubrik sebagai alat untuk mengembangkan kemampuannya
4.   Guru dapat menggunakan kembali rubrik  tersebut untuk berbagai kegiatan berikutnya yang sejenis.

        Dari uraian di atas maka timbul beberapa pertanyaan dari penulis,
1. Apakah sistem penilaian diatas ini sudah merupakan tolak ukur dalam mengevaluasi  siswa atau masih ada sistem penilaian lainnya ?
2. Setiap siswa mempunyai pemahaman yang berbeda-beda ada yang pintar di bidang lisan dan ada yang pintar di bidang tulisan serta ada juga yang pintar di bidang praktikum, apakah sistem penilaiannya sama saja atau ada sistem penilaian lainnya yang harus diterapkan untuk mengevaluasi siswa dalam belajar sains ?





20 komentar:

  1. Menanggapi soal no 2.

    Mengenai sistem penilaian, selain dari ketiga penilaian di atas ada juga penilaian lain yang bisa digunakan, yaitu :TES PERBUATAN. Tes perbuatan yakni tes yang penugasannya disampaikan dalam bentuk lisan atau tertulis dan pelaksanaan tugasnya dinyatakan dengan perbuatan atau unjuk kerja. Penilaian tes perbuatan dilakukan sejak peserta didik melakukan persiapan, melaksanakan tugas, sampai dengan hasil yang dicapainya.
    Untuk menilai tes perbuatan pada umumnya diperlukan sebuah format pengamatan, yang bentuknya dibuat sedemikian rupa agar pendidik dapat menuliskan angka-angka yang diperolehnya pada tempat yang sudah disediakan. Bentuk formatnya dapat disesuaikan menurut keperluan. Untuk tes perbuatan yang sifatnya individual, sebaiknya menggunakan format pengamatan individual. Untuk tes perbuatan yang dilaksanakan secara kelompok digunakan format tertentu yang sudah disesuaikan untuk keperluan pengamatan kelompok.

    SELAIN MENGGUNAKAN TEKNIK TES, DALAM PPENILAIAN JUGA BISA DI GUNAKAN TEKNIK NON TES. DIMANA TEKNIK NON TES INI sangat penting dalam mengevaluasi siswa pada ranah afektif dan psikomotor, berbeda dengan teknik tes yang lebih menekankan asfek kognitif. Ada beberapa macam teknik non-tes, yakni:
    a. Observasi
    Observasi adalah suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional mengenai berbagai fenomena untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam evaluasi pembelajaran, observasi dapat digunakan untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik, seperti tingkah laku peserta didik pada waktu belajar, berdiskusi, mengerjakan tugas, dan lain-lain. Alat yang digunakan untuk melakukan observasi disebut pedoman observasi

    b.Wawancara
    Wawancara merupakan salah satu bentuk alat evaluasi jenis non-tes yang dilakukan melalui percakapan dan tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    c.Angket (Quetioner)
    Angket adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (responden). Angket adalah alat penilaian hasil belajar yang berupa daftar pertanyaan tertulis untuk menjaring informasi tentang sesuatu. Angket umumnya dipergunakan pada ranah afektif.

    d. Daftar Cek (Check List)
    Daftar cek adalah deretan pertanyaan singkat dimana responden yang dievaluasi tinggal membubukan tanda centang (√) pada aspek yang diamati sesuai dengan hasil penilaiannya

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum wr.wb
    Saya mencoba menjawab pwrtanyaan yang terakhir.
    Seorang guru dituntut untuk menguasai kemampuan memberikan penilaian kepada peserta didiknya. Kemampuan ini adalah kemampuan terpenting dalam evaluasi pembelajaran. Dari penilaian itulah seorang guru dapat mengetahui kemampuan yang telah dikuasai oleh para peserta didiknya.kalau menurut saya selain penilaian di atas Ditinjau dari tekniknya, penilaian dibagi menjadi dua yaitu tes dan non tes.untuk yang tes itu ada tes lisan,tes tertulis dan tes praktik.sedangkan untuk non tes itu pengamtan,penugasan,produk dan portofolio
    Terima kasih

    BalasHapus
  3. terimakasih artikelnya pak, pembahasan yang cukup padat. saya tertarik menanggapi pertanyaan terakhir mengenai siswa mempunyai pemahaman yang berbeda-beda ada yang pintar di bidang lisan, tulisan serta praktikum, apakah sistem penilaiannya sama saja atau ada sistem penilaian lainnya yang harus diterapkan untuk mengevaluasi siswa dalam belajar sains? dalam 1 proses pembelajaran maka dilakuakn penilaian yang sama terhadap semua siswa dengan instrumen yang sama, tidak ada perbedaannya walaupun siswa A pintar parktikum, B ujian tulis, dll. dalam pembelajaran guru harus membimbing siswa untuk mencapai tujuannya, jika siswanya kurang pintar dalam praktek, maka bimbing siswa tersebut agar intar dalam praktek. terimakasih

    BalasHapus
  4. terima kasih. saya akan menjawab pertanyaan terakhir. menurut saya penilaian dalam kurikulum yang berlaku di indonesia sekarang (K13) meliputi 3 aspek:
    1. pengetahuan 2. sikap 3. keterampilan
    ditinjau dari sistem penilaian menurut sya sma saja karena sudah diatur dalam K13. akan tetapi proses penilaian yang yang berbeda. salah satu contoh. guru dipandang bertanggung jawab dalam menilai siswa akan tetapi sarana prasarana ditidak memadai. disini lah peran guru harus akuntabel dalam menilai.

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum wr.wb menurut pendapat saya dalam proses penilaian ada 3 aspek penilaian yaitu aspek kognitif,afektif, dan psikomotorik dengan teknik penilaian yang berbeda pada masing-masing aspek

    BalasHapus
  6. Kemampuan yg berbeda. Maka penilaian jga berbeda. Ada 3 aspek dlm penilaian. 1. Penilaian pengetahuan : anak yg pintar tertulis bisa di nilai dgn aspek ini. 2. Penilaian pengetahuan : anak yg pintr lisan maka kemampuan pengetahuannya baik. Sedangkan anak yg baik dlam pratikumnya bisa d nilai dgn aspek yg 3. Penilaian sikap atau keterampilan. Dmna saat pratikum ktrampilan ini sgt d btuhkan..

    BalasHapus
  7. saya mencoba menanggapi pertanyaan no 2. menurut saya dalam proses penilaian ada 3 aspek penilaian yaitu aspek kognitif,afektif, dan psikomotorik dan dalam proses penilaiannya terhadap semua siswa tetap sama apapun instrumen yg trdpt didalamnya.peran gurulah yang dibutuhkan agar dapat membimbng siswa yg sekiranya kurang dalam satu bidang,sehingga siswa mempunya perkembngan dalam bidang yg kurng trsbt.terimakasih ^_^

    BalasHapus
  8. Assalamualaikum wr wb
    Saya akan menanggapi pertanyaan no 2.
    Pada kurikulum 2013 terdapat 3 ranah penilaian yaitu :
    a. Aspek Kognitif merupakan penilaian pada aspek pengetahuan.Siswa yang memiliki kemampuan tulisan dan lisan akan menonjol pada aspek ini.
    b. ASpek afektif merupakan penilaian pada aspek sikap. Aspek penilaian ini akan berfokus pada berbagai tinggkah laku siswa.
    c. Aspek Psikomotor berkaitan dengan keterampilan atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Siswa yang memiliki keterampilan praktikum akan memperoleh penilaian pada aspek ini.
    Ketiga Aspek ini mempunyai proses pelakasanaan penilaian yang berbeda-beda yang telah diatur pada kurikulum 2013.Jadi setiap kemampuan anak akan mendpatkan penilaian dari aspek yang berbeda-beda dalam satu proses pembelajaran.

    BalasHapus
  9. Menanggapi pertanyaan nomor 2. Setiap siswa mempunyai pemahaman yang berbeda-beda ada yang pintar di bidang lisan dan ada yang pintar di bidang tulisan serta ada juga yang pintar di bidang praktikum, apakah sistem penilaiannya sama saja atau ada sistem penilaian lainnya yang harus diterapkan untuk mengevaluasi siswa dalam belajar sains ?
    Secara umum sistem penilaiannya selama ini sama saja. Namun guru juga perlu berimprovisasi bagaimana memberikan penilaian kepada siswa. Dalam memberikan penilaian, guru bisa sambil mengamati kelebihan yang dimiliki siswanya. Sehingga kompetensi dan potensi diri siswa mampu dikembangkan.

    BalasHapus
  10. Sy mencoba menanggapi pertanyaan kedua dimana dalam penilaian k13 terdapat 3 aspek yg harus dipenuhi yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.
    Jadi setiap siswa dng keberagaman berbeda akan mendapatkan teknik penilaian yg sama yg telah dibuat dalam bentuk rubrik penilaian. Dari ketiga aspek tersebut akan diperoleh nilai rata rata siswa.

    BalasHapus
  11. Sy mencoba menanggapi pertanyaan kedua dimana dalam penilaian k13 terdapat 3 aspek yg harus dipenuhi yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.
    Jadi setiap siswa dng keberagaman berbeda akan mendapatkan teknik penilaian yg sama yg telah dibuat dalam bentuk rubrik penilaian. Dari ketiga aspek tersebut akan diperoleh nilai rata rata siswa.

    BalasHapus
  12. saya akan mencoba menggapi pertanyaan kedua, tiap siswa mendapatkan sistem penilaian yang sama yaitu dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotor, jikalau ada yang bisa lebih baik dibidang tulisan bisa dikasih motivasi untuk lebih berani berargumen secara lisan, jika anak tersebut lebih baik dibidang lisan, kita sebagai guru menuntun mereka untuk lebih banyak menulis, sekali lagi ini kembali lagi ke gurunya yang harus kreatif dalam menghadapi perbedaan setiap anak didik

    BalasHapus
  13. Setiap siswa mempunyai pemahaman yang berbeda-beda ada yang pintar di bidang lisan dan ada yang pintar di bidang tulisan serta ada juga yang pintar di bidang praktikum, apakah sistem penilaiannya sama saja atau ada sistem penilaian lainnya yang harus diterapkan untuk mengevaluasi siswa dalam belajar sains ? disini sya coba menangga pi dari sudut pandang kita menghadapinya, artinya kita jangan membiarkan siswa cakapdalam satu aspek, atinya padukan ketika aspek tersebuat sehingga penialian nanti lebih mudah, dengan dipadukan 3 aspek kecakapan siswa , baik lisan tulisan dan praktik kan menjadikan siswa yaqng lebih aktif kreatiaf, taka da yang pertama namun tak pula dijadikan kedua dan ketiga, harus seirinbg seirama.

    BalasHapus
  14. Saya akan menanggapi oertanyaan ke 2
    Setiap siswa mempunyai pemahaman yang berbeda-beda ada yang pintar di bidang lisan dan ada yang pintar di bidang tulisan serta ada juga yang pintar di bidang praktikum, apakah sistem penilaiannya sama saja atau ada sistem penilaian lainnya yang harus diterapkan untuk mengevaluasi siswa dalam belajar sains ?
    Dalam penilaian terutama pada kurikulum 2013 ini ada 3 aspek yang dituntut : 1. pengetahuan 2. sikap 3. keterampilan berarti siswa dituntut untuk menguasai ketiga aspek tersebut untuk menjadikan siswa memiliki kecakapan pada semua bidang nah disinilah peran guru sebagai fasilitator dalam pencapaian ke tiga aspek tersebut.

    BalasHapus
  15. dalam mengevaluasi tentunya kita harus melihat kondisi siswa dari kinerja, kognitif, serta afektifnya. saat meninjau ketiganya menjadi alasan dasar untuk diterapkan pada evaluasi siswa dalam belajar sains.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  16. Assalamualaikum, saya akan menjawab pertanyaan nomr 1,
    Artikel yang sangat bagus, membahas dengan gamblang mengenai menilai.
    Menurut saya, tidak ada prinsip lain dalam menilai, apa yang di sebutkan, adalah yang terbaik diantara semua pilihan kata, namun, yang di atas, tidak menjadi tolak ukur dalam menilai, beberapa poin bisa saja dilanggar dalam menilai, seperti objektif, berubah menjadi subjektif, perubahan tersebut terjadi mengingat adanya perbedaan antara apa yang diharapkan dengan apa yang ada di lapangan, sehingga beberapa poin dilanggar, dan nilai dikeluarkan tetap sah, mengingat fakta apa yang ada dilapangan.

    BalasHapus
  17. Terimakasih artikel yang menarik.
    Menurut saya untuk pertanyaan no 2.Setiap siswa mempunyai pemahaman yang berbeda-beda ada yang pintar di bidang lisan dan ada yang pintar di bidang tulisan serta ada juga yang pintar di bidang praktikum, apakah sistem penilaiannya sama saja atau ada sistem penilaian lainnya yang harus diterapkan untuk mengevaluasi siswa dalam belajar sains ?

    Menurut sya sistem penilaiannya sama saja, karna guru tidak mngkin membuat instrumen untuk satu satu siswa krna kemampuan siswa yg berbeda.

    BalasHapus
  18. Assalamualaikum saya mencoba menjawab oertanyaan nomor 2, menurut saya Penilaian memiliki tujuan untuk mengukur keberhasilan pembelajaran sehingga bermanfaat bagi siswa, yaitu untuk mengukur sejauh mana siswa mampu menyerap materi yang telah disampaikan. Sedangkan bagi guru, penilaian bermanfaat untuk umpan balik dari hasil pembelajaran yang teleh disampaikan dan untuk laporan kepeda orang tua siswa dan guru sendiri di setiap akhir semester, yang dituangkan dalam buku raport. dan dari ketiga penilaian tersebut bagaimana cara nilainya itu sama saja bertujuan seperti yang saya jelaskan di atas. Terima.Kasih
    wasalamualaikum

    BalasHapus
  19. menggapi pertanyaan nomor 2, tidak masalah siswa memiliki kecerdasan yang berbeda2 krn aspek penilaian yang dilakukan guru ada 3 aspek yaitu aspek kognitif,afektif, dan psikomotorik dengan teknik penilaian yang berbeda pada masing-masing aspek, dan instrumen yang digunakan pun berbeda2 tergantung Keterampilan apa yang ingin di lihat oleh guru,

    BalasHapus
  20. mencoba menjawab pertanyaan nomor 2, Setiap siswa mempunyai pemahaman yang berbeda-beda, apakah sistem penilaiannya sama saja atau ada sistem penilaian lainnya yang harus diterapkan untuk mengevaluasi siswa dalam belajar sains? menurut saya secara umum sistem penilaiannya sama saja, namun ada penilaian secara khusus yang dilakukan oleh seorang guru.

    BalasHapus