Selasa, 06 Februari 2018

Pembelajaran Sains Abad Ke-21



Pembelajaran Sains Abad Ke-21
Perubahan merupakan sesuatu yang terus terjadi karena tidak ada yang abadi melainkan perubahan itu sendiri. Dalam hal ini perubahan besar terjadi dalam cara menyimpan dan mengakses informasi dengan komputer dan digital akan mengubah banyak aspek pendidikan. Saat ini dan pada masa ini internet berpotensi untuk menghubungkan siswa keberbagai sumber yang sebelumnya tidak tersedia. Pendidikan yang terus berkembang dari masa ke masa, sekarang ini memasuki abad ke -21 dimana ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang begitu pesat terutama teknologi informasi yang akan berdampak pada segala bidang.

A. Peluang dan Tantangan Pendidikan Abad 21 dalam Pembelajaran IPA
           Salah satu ciri yang paling menonjol pada abad 21 adalah semakin bertautnya dunia ilmu pengetahuan, sehingga sinergi di antaranya menjadi semakin cepat. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern pada awal abad 21 ini, tidak terlepas dari peran IPA sebagai ilmu dasar yang melandasi penemuan teknologi. Tantangan Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan (permendikbud 22 tahun 2015: 24-25), diantaranya adalah :
       1) Meningkatkan Manajemen Guru, Pendidikan Keguruan, dan Reformasi Lembaga  
            Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)
(a)    Jumlah dan distribusi guru masih perlu ditata secara lebih baik, dilakukan dengan
Cara :
(i)               meningkatkan kapasitas daerah dalam mengelola perekrutan, penempatan dan peningkatan mutu guru secara efektif dan efisien;
(ii)             mengawasi proses proses pengangkatan guru di daerah berdasarkan kriteria mutu dan kebutuhan wilayah;
(iii)           meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pendidikan oleh LPTK dengan rencana penyediaan guru di daerah.
(b)   Kualitas, kompetensi, dan profesionalisme guru masih harus ditingkatkan, yang
dapat dilakukan dengan cara :
(i)               meningkatkan kualifikasi guru;
(ii)             memperkuat sistem uji kompetensi guru dan mengitegrasikan dengan sistem sertifikasi guru;
(iii)           menerapkan sistem penilaian kinerja guru yang sahih, andal, transparan dan berkesinambungan;
(iv)           meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan. (c) Kurangnya kapasitas LPTK dalam menyediakan guru berkualitas dengan cara, (i) meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya LPTK; (ii) memperkuat sistem rekrutmen calon guru.

B.   Esensial 21st Century Skills
Hasil studi di atas harusnya membuat kita menyadari bahwa dunia saat kita membelajarkan siswa atau mahasiswa kita sekarang ini akan berbeda dengan dunia sepuluh tahun yang akan datang dimana mereka masuk ke kehidupan nyata di masyarakat, sehingga mestinya kita perlu meninjau ulang bagaimana cara kita membelajarkan siswa atau mahasiswa kita (Susilo, Herawati, 2011).
Menurut Partnership for 21st Century Skills merumuskan keterampilan abad 21 menjadi tiga keterampilan umum, yaitu:
(1) keterampilan terkait informasi dan komunikasi;
(2) keterampilan berpikir dan memecahkan masalah; dan
(3) keterampilan interpersonal dan keterampilan mengatur diri sendiri.
Berdasarkan 21st Century Partnership Learning Framework, terdapat beberapa kompetensi dan/atau keahlian yang harus dimiliki oleh SDM abad 21, yaitu (BNSP: 2010: 43-44):
a.       Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical-Thinking and   
Problem-Solving Skills),
b.      Kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama (Communication and
Collaboration Skills),
c.   Kemampuan mencipta dan membaharui (Creativity and Innovation Skills),
d.   Literasi teknologi informasi dan komunikasi (Information and
      Communications Technology Literacy)
e.   Kemampuan belajar kontekstual (Contextual Learning Skills),
f.   Kemampuan informasi dan literasi media (Information and Media Literacy
      Skills),
Di samping itu didefinisikan pula sejumlah aspek berbasis karakter dan perilaku yang dibutuhkan manusia abad 21, yaitu (BNSP, 2010:45):
a. Leadership yaitu: sikap dan kemampuan untuk menjadi pemimpin dan menjadi yang terdepan dalam berinisiatif demi menghasilkan berbagai terobosan-terobosan;
b. Personal Responsibility yaitu: sikap bertanggung jawab terhadap seluruh perbuatan yang dilakukan sebagai seorang individu mandiri;
c. Ethics, yaitu: menghargai dan menjunjung tinggi pelaksanaan etika dalam menjalankan kehidupan sosial bersama;
d. People Skills, yaitu: memiliki sejumlah keahlian dasar yang diperlukan untuk menjalankan fungsi sebagai mahluk individu dan mahluk sosial;
e. Adaptability, yaitu: mampu beradaptasi dan beradopsi dengan berbagai perubahan yang terjadi sejalan dengan dinamika kehidupan;
f. Self-Direction, yaitu: memiliki arah serta prinsip yang jelas dalam usahanya untuk mencapai cita-cita sebagai seorang individu;
g. Accountability, yaitu: kondisi di mana seorang individu memiliki alasan dan dasar yang jelas dalam setiap langkah dan tindakan yang dilakukan;
h. Social Responsibility, yaitu: memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan kehidupan maupun komunitas yang ada di sekitarnya.

C.  Karakteristik Pembelajaran Abad 21
Pergeseran paradigma pembelajaran kontemporer telah berganti pada student centered (pembajaran berpusat pada siswa), yaitu siswa yang berperan secara aktif dalam proses pembelajaran. di mana guru tidak lagi sebagai satu-satunya pusat informasi, melainkan sebagai manajer dan fasilitator, yaitu sebagai pengelola pembelajaran yang memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, siswa diberikan kebebasan dan keleluasan belajar yang sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan mereka serta siswa tersebut dapat mengukur sendiri sejauh mana pemahaman dan penguasaan mereka terhadap suatu materi.
Dari uraian di atas timbul beberapa pertanyaan dari penulis :
1.      Apakah pembelajaran di abad 21 ini berjalan baik seperti yang di harapkan ?
2.      Bagaimana dengan perubahan kurikulum yang secara terus menerus berubah, apakah menimbulkan kesan baik bagi peserta didik ?
3.      Proses pembelajaran di abad 21 ini di tuntut menggunakan teknologi yang canggih salah satunya media internet, bagaimana tanggapan saudara bagi sekolah-sekolah atau daerah-daerah yang belum tersentuh oleh teknologi internet atau jenis teknologi lainnya, apakah proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar seperti yang di harapkan di abad 21 ini ?

16 komentar:

  1. Assalamualaikum wr.wb
    Ulasan yang sangat menarik.
    Saya mencoba menjawab pertanyaan no 2.
    Setelah saya baca dari berbagai artikel yaitu Perubahan kurikulum dari tahun ke tahun merupakan kebijakan yang diambil pemerintah. Alasan pemerintah melakukan perubahan kurikulum pendidikan yang baru adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
    Perubahan kurikulum berdampak baik dan buruk bagi mutu pendidikan, dimana dampak baiknya yaitu pelajar bisa belajar dengan mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju tapi didukung dengan faktor-faktor seperti kepala sekolah,guru,tenaga pengajar,siswa didik bahkan lembaga itu sendiri. Dimana kepala sekolah harus berhubungan baik dengan atasannya dan membina hubungan baik dengan bawahannya, lalu guru juga harus bermutu, maksudnya gurunya harus memberi pelajaran yang dapat dicerna oleh peserta didik, lalu siswa juga harus bermutu,maksudnya siswa dapat belajar dengan baik,giat belajar serta kritis dalam setiap pelajaran.
    Terima kasih

    BalasHapus
  2. 1. setiap kurikulum memiliki karakteristik yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, jika diminta untuk menilai tentunya pembelajran abad ke-21 baik itu KTSP, dan K13. sangat baik untuk dilaksanakan namun yang menjadi pertimbangan yaitu mengenai persiapan, pelaksanaan dan evaluasi baik dari guru dan siswa serta didukung oleh sarana, prasanana dan masyarakat sekitar.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  3. terimakasih atas ulasan yang cukup padat dan ada pertanyaan yang menarik perhatian saya.. pertanyaan terakhir penulis sangat menarik, seperti yang kita tahu akses teknologi daerah perkotaan dengan teknologi daerah perkampungan tentu berbeda. mulai dari jaringan internet yang mungkin belum tersebar didaerah pelosok, sampai dengan keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran. lalu apakah PBM bisa berjalan sesuai dengan tuntutan abad 21? menurut saya bisa saja PBM dilakukan sesuai dengan tuntutan abad 21, selama guru yang mengajar kreatif dan menggunakan penggunaan model yang cocok di daerah tersebut, lalu dibantu dengan sumber-sumber yang ada disekolah dan daerah tersebut.terimakasih

    BalasHapus
  4. kurikulum yang secara terus menerus berubah,apakah menimbulkan kesan baik bagi peserta didik?
    Tentukan setiap perubahan kerikulum ada kesan baik dan buruk nya tetapi tetapi alangkah baik nya lagi apa bila kurikulum kita ini tidak dirubah tapi di perbaiki supaya penerap nya terlaksana secara merata tidak terjadi simpang siur seperti ini.sekian tanggapan saya.

    BalasHapus
  5. Menanggapi pertanyaan nomor 2. Perubahan kurikulum yang terus menerus sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap peserta didik. Mereka cenderung mengikuti saja apa yang diberikan dari sekolahnya. Saya pernah bertanya kepada adik saya yang masih bersekolah di sekolah menengah pertama (SMP). Dari informasi yang saya dapatkan, saya berkesimpulan bahwa secara umum siswa lebih senang dengan model pembelajaran sekarang (K13). Sistem penilaian juga lebih komperehensif, sehingga siswa mengalami proses pembelajaran yang lebih menyenangkan dan berarti. Menurut saya, yang terpenting adalah bagaimana guru sebagai pendidik mampu mengimplementasikan pembelajaran dengan baik.

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum, terimaksih atas uraian yang diberikan. Saya akan menanggapi pertanyaan yang kedua. Menurut saya perubahan kurikulum berkesan baik dan buruk bagi mutu pendidikan, dimana dampak baiknya yaitu pelajar bisa belajar dengan mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju tapi didukung dengan faktor-faktor seperti kepala sekolah,guru,tenaga pengajar,siswa didik bahkan lembaga itu sendiri. Dimana kepala sekolah harus berhubungan baik dengan atasannya dan membina hubungan baik dengan bawahannya, lalu guru juga harus bermutu, maksudnya gurunya harus memberi pelajaran yang dapat dicerna oleh peserta didik, lalu siswa juga harus bermutu,maksudnya siswa dapat belajar dengan baik,giat belajar serta kritis dalam setiap pelajaran. Kesan negatifnya adalah mutu pendidikan menurun dan perubahan kurikulum yang begitu cepat menimbulkan masalah-masalah baru seperti menurunya prestasi siswa, hal ini dikarenakan siswa tidak dapat menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran pada kurikulum yang baru. Perubahan ini juga berdampak pada sekolah dimana visi dan misi suatu sekolah yang sedang ingin dicapai terganggu dengan perubahan kurikulum tersebut. terima kasih

    BalasHapus
  7. Assalamualaikum,wr.wb menurut pendapat saya kurikulum yang selalu berubah disebabkan karena tuntutan kemajuan IPTEK secara global akan berpengaruh terhadap peserta didik berkesan baik karena dapat membekali peserta didik agar dapat bersaing secara global sesuai dengan tuntutan IPTEK

    BalasHapus
  8. Saya tertarik dengan perubahan kurikulim ug yerus menerus,'dimana disini adalah tentang kesan peserta didik... sebanarnya menurut saya, kesan baik akan diterima siswa nedasarkan isi dari mewujudkan kurikulum itu sendiri, bukan dari bntuk perubahanya, artinya penerapan yg baik pada setip perubahan kirikulum lah yg akan nerkesan di peserta didik, artinua disini pelaksaam dalamnproses pembelajaran yg aharus sangat diperhatikan, supaya perubahan seperti apapun dalam kurikulum tetap memiliki kesan baik di peserta didik. .. tq. Slam edukasi

    BalasHapus
  9. Menurut saya masih belum berjalan dengan baik seperti yang di harapkan. Contoh kecilnya saja, seperti pada sekolah sekolah pedesaan atau sekolah sekolah yang tertinggal, mereka masih sangat minim sekali dengan teknologi, sehingga sangat tertinggal dengan sekolah sekolah maju lainnya. Untuk itu lah pemerintah ataupun guru diminta atau di harapkan utk bisa mencari solusi atas permasalahan tersebut. Sehingga terdapat kesamarataan dalam proses ppembelajaran antara sekolah yang tertinggal dengan sekolah yang maju.

    Mungkin itu sedikit tanggapan dari saya mengenai soal no 1.
    Terimakasih....

    BalasHapus
  10. Assalamualaikum wr wb..
    saya menanggapi pertanyaan no 1, menurut saya pembelajaran saat ini belum berjalan seutuhnya atau sepenuhnya. Dilihat dari segi perencanaannya pemerintah telah menyiapkan kurikulum 2013 sebagai fokus dalam pembelajaran abad 21. Tetapi pada pelaksanaannya masih terdapat kendala-kendala yang menjadi penghalang untuk terwujudnya pembelajaran abad 21 ini. salah satunya yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang terbatas. Dimana salah satu yang menjadi ciri pada pembelajaran abad 21 ini yaitu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan. sekolah yang masih jauh tertinggal dengan fasilitas sekolah yang kurang akan jauh tertinggal dibandingkan dengan sekolah dengan fasilitas yang baik. ini menjadi kendala terwujudnya pembelajaran abad 21 yang merata. Dengan demikian dibutuhkan usaha pemerintah dalam mengahadapi permasalahan tersebut.

    BalasHapus
  11. Assalamualaikum
    saya mencoba menjawab pertanyaan no 1.Menurut saya belum berjalan dengan baik. Karena kurangnya perhatian bersama, baik dari pemerintah, sekolah maupun pribadi mengenai kemajuan teknologi di desa. Hal ini mengakibatkan terjadinya kesenjangan sistem pendidikan di desa dan dikota. contohnya saja pada saat UN sekolah-sekolah besar di beberapa kota mengadakan ujian berbasis komputer (ujiaN online) sedangkan di desa masih ujian dengan cara tradisional.Hal ini membuat anak-anak di desa jauh tertinggal dalam hal perkembangan teknologi.

    BalasHapus
  12. Sharing untuk pertanyaan nomor 2 pak reri, Kurikulum pendidikan berubah lantaran kesempatan dan tantangan perubahan dunia yang semakin luas. Oleh karenanya, kurikulum harus menyesuaikan perubahan. Adapun terkait peserta didik mereka juga harus menerima perubahan tersebut agar tidak tertinggal dari pendidikan negara2 maju, terimakasih

    BalasHapus
  13. terima kasih atas ulasan dan pertanyaannya...saya akan coba menjawab soal no 3. menurut saya diera digitalil abad 21 ini tentu proses pembelajaran yang menggunakan teknologi yang canggih seperti internet tentu sangat membantu baik guru dan siswa dalam mencari informasi dan data dalam pembelajaran. namun tentu kita juga tidak menutup mata bahwa di indonessia masih banyak sekolah-sekolah atau daerah-daerah yang belum tersentuh oleh teknologi internet atau jenis teknologi lainnya. tentu hal tersebut memberi dampak yang kurang baik terhadap proses belajar mengajar karena sekarang telah terjadi perubahan era pembelajaran secara konvensional ke arah pembelajaran berbasis IT. namun pembelajaran masih berjalan dengan cukup baik misal dengan menggunakan model pendekatan kontekstual

    BalasHapus
  14. Seperti kita tahu saat ini bahwa kurikulum di indonesia sering di gonta ganti tanpa memikirkan apakah siswa dapat menerina dan beradapyasi dengan sistem atau kurikulum yang baru tersebut.
    Tujuan pemerintah mengganti kurikulum dalam pendidikan karna ingin memperbaiki mutu pendidikan supaya bisa berkembang lebih baik dari sebelum nya.
    Dampak dari kurikulum pendidikan yang bergonta ganti bukan hanya memberikan dampak negatif terhadap siswa. sebetulnya perubahan ini juga dapat berdampak pada sekolah yaitu pada tujuan atau visi sebuah sekolah juga akan ikut ikutan kacau, tujuan awal belumtercapai karna membutuhkan waktu yg panjang sudah ada kurikulum terbaru lagi.

    BalasHapus
  15. Tentu saja kita semua mengharapkan perubahan kurikulum yang terus menerus terjadi pada pembelajaran dapat memberi dampak baik untuk kita semua, baik guru maupun peserta didik dimana memang pembelajaran pada abad 21 ini kita ketahui menggunakan kurikulum k-13 yang mana pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan begitu peserta didik akan terbiasa untuk berpikir kritis dalam menghadapi perubahan-perubahan tersebut.Dunia pendidikan secara dinamis akan selalu mengalami perubahan yang berimbas pada tuntutan perubahan pada pembelajaran dan sumber daya manusia yang terlibat didalamnya. Pembelajaran abad 21 sendiri identik dengan kemajuan teknologinya,namun keahlian abad 21 bersifat kompleks dan bervariasi antar negara ataupun antar daerah, kecuali satu keahlian, literasi teknologi informasi dan komunikasi atau juga disebut literasi dijital. Mendukung literasi tersebut, dikenal pula softskills yang termasuk dalam dua kategori, cara berpikir dan cara bekerja. Cara berpikir meliputi kreativitas, berfikir kritis, dan pemecahan masalah. Cara bekerja meliputi kemampuan komunikasi dan kolaborasi. Kedua kategori softskills ini amat dipengaruhi oleh budaya lokal sehingga bersifat unik dan ditentukan oleh masyarakat setempat.

    BalasHapus
  16. Idealnya di abad 21 ini pendidikan semakin membaik, pembelajaran yang dikembangkan di abad 21, mampu menghasilkan peserta didik dengan capaian2 yang lebih baik dari pembelajaran sebelumnya.
    Kenyataannya,,
    Capaian2 tersebut justru menjadi momok bagi pendidik, karena kurangnya kesiapan pendidik dalam membelajarkan peserta didik, selain itu, kurangnya inovasi agar pembelajaran abad 21 tercapai, sehingga peserta didik merasa terbebani dengan metode2 yang pendidik terapkan dilapangan.

    BalasHapus