- Pengertian
Pembelajaran kuantum merupakan
terjemahan dari bahasa asing yaitu quantum learning. “Quantum
Learning adalah kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar
yan1g dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai
suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat” (Bobbi DePorter & Mike
Hernacki, 2011:16 ). Dengan demikian, pembelajaran
kuantum dapat dikatakan sebagai model pembelajaran yang menekankan untuk
memberikan manfaat yang bermakna dan juga menekankan pada tingkat kesenangan
dari peserta didik atau siswa. Selanjutnya, Bobbi DePorter &
Mike Hernacki (2011:30) mengungkapkan mengenai karakterisitik dari pembelajaran
kuantum (quantum learning) yaitu sebagai berikut.
- Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai.
- Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis, bukan positivistis-empiris, “hewan-istis”, dan atau nativistis.
- Pembelajaran kuantum lebih bersifat konstruktivis(tis), bukan positivistis-empiris, behavioristis, dan atau maturasionistis.
- Pembelajaran kuantum berupaya memadukan (mengintegrasikan), menyinergikan, dan mengkolaborasikan faktor potensi diri manusia selaku pembelajar dengan lingkungan (fisik dan mental) sebagai konteks pembelajaran.
- Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekadar transaksi makna.
- Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
- Pembelajaran kuantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat.
- Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
- Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran. Konteks pembelajaran meliputi suasana yang memberdayakan, landasan yang kukuh, lingkungan yang menggairahkan atau mendukung, dan rancangan belajar yang dinamis.
- Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material.
- Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
- Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
- Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.
- Tujuan
Menurut Bobbi DePorter & Mike
Hernacki (2011:12) adapun tujuan dari pembelajaran kuantum (quantum
learning) adalah sebagai berikut.
- Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
- Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
- Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak.
- Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir.
- Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran
Tujuan di atas, mengindikasikan
bahwa pembelajaran kuantum mengharapkan perubahan dari berbagai bidang mulai
dari lingkungan belajar yaitu kelas, materi pembelajaran yang menyenangkan,
menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan, serta mengefisienkan waktu
pembelajaran. Menurut Kompasiana (2010) Lingkungan
belajar dalam pembelajaran kuantum terdiri dari lingkungan mikro dan lingkungan
makro. Lingkungan mikro adalah tempat siswa melakukan proses belajar, bekerja,
dan berkreasi. Lebih khusus lagi perhatian pada penataan meja, kursi, dan
belajar yang teratur. Lingkungan makro yaitu dunia luas, artinya siswa diminta
untuk menciptakan kondisi ruang belajar di masyarakat. Mereka diminta
berinteraksi sosial ke lingkungan masyarakat yang diminatinya, sehingga kelak
dapat berhubungan secara aktif dengan masyarakat. Selain itu, Bobbi DePorter,et
al., (2004:14) menyatakan mengenai lingkungan dalam konteks panggung
belajar. “Lingkungan yaitu cara guru dalam menata ruang kelas, pencahayaan warna,
pengaturan meja dan kursi, tanaman, musik, dan semua hal yang mendukung proses
belajar”. Jadi, dapat dikatakan bahwa
pembelajaran kuantum sangat memperhatikan pengkondisian suatu kelas sebagai
lingkungan belajar dari peserta didik mengingat model pembelajaran kuantum
merupakan adaptasi dari model pembelajaran yang diterapkan di luar negeri.
- Keunggulan dan Kelemahan Model pembelajaran Kuantum (Quantum Learning)
Bobbi DePorter & Mike Hernacki
(2011:18-19) dalam bukunya yang berjudul ”Quantum Learning” juga
menjelaskan mengenai keunggulan dan kelemahan dari pembelajaran kauntum (quantum
learning) yaitu sebagai berikut.
- Keunggulan
- Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai.
- Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis, bukan positivistis-empiris, “hewan-istis”, dan atau nativistis.
- Pembelajaran kuantum lebih konstruktivis(tis), bukan positivistis-empiris, behavioristis.
- Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi makna.
- Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
- Pembelajaran kuantum sangat menentukan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat.
- Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
- Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran.
- Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material.
- Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
- Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
- Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.
- Kelemahan
- Membutuhkan pengalaman yang nyata
- Waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar
- Kesulitan mengidentifikasi keterampilan siswa
Berdasarkan pemaparan keunggulan dan
kelemahan pembelajaran kuantum, pembelajaran kauntum sangat memperhatikan
keaktifan serta kreatifitas yang dapat dicapai oleh peserta didik. Pembelajaran
kuantum mengarahkan seorang guru menjadi guru yang “baik”. baik dalam arti
bahwa guru memiliki ide-ide kreatif dalam memberikan proses pembelajaran,
mengetahui dengan baik tingkat kemampuan siswa.
- Prinsip Model Pembelajaran Kuantum (Quantum Learning)
Adapun prinsip-prinsip pembelajaran
kuantum (quantum learning ) adalah sebagai berikut.
- Prinsip utama pembelajaran kuantum berbunyi: Bawalah Dunia Mereka (Pembelajar) ke dalam Dunia Kita (Pengajar), dan Antarkan Dunia Kita (Pengajar) ke dalam Dunia Mereka (Pembelajar).
- Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa proses pembelajaran merupakan permainan orchestra simfoni.
- Prinsip-prinsip dasar ini ada lima macam berikut ini :
- Ketahuilah bahwa segalanya berbicara
Dalam pembelajaran kuantum, segala
sesuatu mulai lingkungan pembelajaran sampai dengan bahasa tubuh pengajar,
penataan ruang sampai guru, mulai kertas yang dibagikan oleh pengajar sampai
dengan rancangan pembelajaran, semuanya mengirim pesan tentang pembelajaran.
- Ketahuilah bahwa segalanya bertujuan
Semua yang terjadi dalam proses
pengubahan energy menjadi cahaya mempunyai tujuan.
2. Sadarilah bahwa pengalaman mendahului penamaan
Poses pembelajaran paling baik
terjadi ketika pembelajar telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh
makna untuk apa yang mereka pelajari.
3.Akuilah
setiap usaha yang dilakukan dalam pembelajaran
Pembelajaran atau belajar selalu
mengandung risiko besar.
4.Sadarilah
bahwa sesuatu yang layak dipelajari layak pula dirayakan
Segala sesuatu dipelajari sudah
pasti layak pula dirayakan keberhasilannya.
5. Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa
pembelajaran lurus berdampak bagi terbentuknya keunggulan (Bobbi DePorter, et
al., 2004:6-7).
Dengan kata lain pembelajaran perlu
diartikan sebagai pembentukan keunggulan. Oleh karena itu, keunggulan ini
bahkan telah dipandang sebagai jantung fondasi pembelajaran kuantum. Selain membahas mengenai prinsip
model pembelajaran kuantum (quantum learning), Bobbi DePorter & Mike
Hernacki (2011:76) juga berpendapat mengenai 7 (tujuh) kunci keunggulan
yang diyakini dalam pembelajaran kuantum yaitu sebagai berikut.
- Teraplah Hidup dalam Integritas
Dalam pembelajaran, bersikaplah apa
adanya, tulus, dan menyeluruh yang lahir ketika nilai-nilai dan perilaku kita
menyatu.
- Akuilah Kegagalan Dapat Membawa Kesuksesan
Dalam pembelajaran, kita harus
mengerti dan mengakui bahwa kesalahan atau kegagalan dapat memberikan informasi
kepada kita yang diperlukan untuk belajar lebih lanjut sehingga kita dapat
berhasil.
- Berbicaralah dengan Niat Baik
Dalam pembelajan, perlu dikembangkan
keterampilan berbicara dalam arti positif dan bertanggung jawab atas komunikasi
yang jujur dan langsung.
- Tegaskanlah Komitmen
Dalam pembelajaran, baik pengajar
maupun pembelajar harus mengikuti visi-misi tanpa ragu-ragu, tetap pada rel yang
telah ditetapkan.
- Jadilah Pemilik
Dalam pembelajaran harus ada
tanggung jawab. Tanpa tanggung jawab tidak mungkin terjadi pembelajaran yang
bermakna dan bermutu.
- Tetaplah Lentur
Dalam pembelajaran, pertahanan
kemampuan untuk mengubah yang sedang dilakukan untuk memperoleh hasil yang
diinginkan. Pembelajar lebih-lebih , harus pandai-pandai membaca lingkungan dan
suasana, dan harus pandai-pandai mengubah lingkungan dan suasana bilamana
diperlukan.
- Pertahankanlah Keseimbangan
Dalam pembelajaran, pertahanan jiwa,
tubuh, emosi, dan semangat dalam satu kesatuan dan kesejajaran agar proses dan
hasil pembelajaran efektif dan optimal.
Adapun manfaat yang dapat diperoleh
dari pembelajaran kuantum (quantum learning) menurut Bobbi DePorter
& Mike Hernacki (2011:13) diantaranya:
- Sikap positif
- Motivasi
- Keterampilan belajar seumur hidup
- Kepercayaan diri
- Sukses
- Sintaks Model Pembelajaran Kuantum (Quuantum Learning)
Sintaks atau langkah model
pembelajaran kuantum (quantum learning) yang dikenal dengan sebutan TANDUR
Bobbi DePorter,et al.,(2004:10) adalah sebagai berikut :
- Tumbuhkan
Tumbuhkan minat dengan memuaskan
“Apakah Manfaatnya BagiKu” (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan belajar.
- Alami
Ciptakan atau datangkan pengalaman
umum yang dapat dimengerti semua pelajar.
- Namai
Sediakan kata kunci, konsep, model,
rumus, strategi, sebuah “masukan”.
- Demonstrasikan
Sediakan kesempatan bagi pelajar
untuk “menunjukkan bahwa mereka tahu”.
- Ulangi
Tunjukkan pelajar cara-cara
mengulang materi dan menegaskan, “Aku tahu bahwa aku memang tahu ini”.
- Rayakan
Pengakuan untuk penyelesaian,
partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan.
Perayaan dalam pembelajaran kuantum
sangat diutamakan atau sangat penting. Perayaan dapat membangun keinginan untuk
sukses dalam pembelajaran. Menurut Bobbi DePorter,et al., (2004:31-34),
terdapat beberapa bentuk perayaan menyenangkan yang biasa digunakan yaitu:
- Tepuk Tangan
Teknik ini terbukti tidak pernah
gagal memberikan inspirasi.
2. Hore! Hore! Hore!
Cara ini sangat mengasyikkan jika
dilakukan “bergelombang” ke seluruh ruangan. Caranya adalah guru memberikan
aba-aba, semua orang atau siswa melompat berdiri dan berteriak senyaring
mungkin, “Hore, Hore, Hore!” sambil mengayunkan tangan ke depan dan keatas.
3. Wussss
Jika diberi aba-aba, semua orang
bertepuk tangan tiga kali secara serentak, lalu mengirimkan segenap energi
positif mereka kepada orang yang dituju. Cara melakukannya adalah setelah
bertepuk, tangan mendorong kea rah orang tersebut sambil berteriak “Wusssss”.
4. Jentikan Jari
Jika guru atau pengajar memerlukan
pengakuan yang tenang, daripada tepuk tangan, gunakan jentikan jari
berkesiinambungan.
5. Poster Umum
5. Poster Umum
Mengakui individu atau seluruh
kelas, misalnya “Kelas Enam The Best!.
6. Catatan Pribadi
Sampaikan kepada siswa secara
perseorangan untuk mengakui usaha keras, sumbangan pada kelas, perilaku atau
tindakan yang baik hati.
7. Persekongkolan
Mengakui seseorang secara tak
terduga. Misalnya seluruh kelas dapat bersekongkol untuk mengakui kelas lain
dengan cara memasang poster positif (atau surat) misterius yang bertuliskan
hal-hal seperti “Kelas VI hebat lho!” atau “Selsangat Menempuh Ujian hari
Ini!”.
8. Kejutan
Kejutan harus terjadi secara acak.
Kejutan bukan merupakan hadiah yang diharapkan oleh siswa. Jadikan kejutan
tetap sebagai kejutan!.
9. Pengakuan Kekuatan
Lakukan jika menginginkan orang
mendapatkan pengakuan, setelah mereka saling mengenal dengan baik. Cara
melakukan adalah atur siswa untuk duduk membentuk tapak kuda, dengan satu kursi
(kursi jempol) di bagian terbuka tapal. Setiap orang bergiliran menduduki kursi
jempol. Siswa pada kursi jempol tersebut duduk diam sambil mendengarkan dan
memperhatikan. Setiap siswa dalam tapal mengakui kekuatan istimewa atau
sifat-sifat baik dari siswa yang duduk di kursi jempol. Guru dapat memberikan
contoh hingga murid-murid tahu cara melanjutkannya.
Berdasarkann uraian tersebut di
atas, dapat disimpulkan bahwa kesenangan peserta didik sangat diperhatikan baik
dari cara memberikan penguatan ataupun dari bentuk variasi lingkungan belajar.
6. Efektifitas Pembelajaran
6. Efektifitas Pembelajaran
Slavin (1995) menjelaskan bahwa keefektifan pembelajaran akan terjadi apabila siswa secara aktif dilibatkan dalam pengorganisasian hubungan-hubungan dari informasi yang diberikan.
Selanjutnya Arend (1997) menjelaskan bahwa terdapat 7 ciri keefektifan pembelajaran yaitu :
a. Pembalikan makna belajar;
b. Berpusat pada siswa;
c. Belajar dengan mengalami;
d. Mengembangkan keterampilan sosial, kognitif dan emosional;
e. Mengembangkan keingintahuan, imajinasi, dan fitrah Tuhan;
f. Belajar sepanjang hayat;
g. Perpaduan kemandirian dan sepanjang hayat.
7. Efektivitas Model Pembelajaran Quantum dalam Pembelajaran Sains
Sebelum mengetahui strategi pembelajaran Quantum Learning, siswa harus bisa menentukan gaya belajarnya sendiri. Gaya belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana ia menyerap, dan kemudian mengatur, serta mengolah informasi.Menurut DePorter dan Hernaki dalam Alwiyah(2009: 113), terdapat tiga gaya belajar atau yang disebut dengan modalitas belajar, yaitu sebagai berikut:
1. Visual
Gaya belajar visual
adalah belajar dengan cara melihat. Siswa dengan gaya belajar visual akan lebih
mudah menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru melalui media-media visual
seperti poster, gambar-gambar, video, dan lain sebagainya.
2. Auditorial
Gaya belajar auditorial adalah belajar dengan cara mendengar. Siswa dengan gaya belajar auditorial akan lebih mudah menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru melalui media-media audio seperti mendengarkan cerita, mendengarkan kaset, ceramah, diskusi, dan lain sebagainya.
3. Kinestetik
Gaya belajar kinestetik adalah belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh. Siswa dengan gaya belajar kinestetik akan lebih mudah menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru melalui praktek-praktek atau praktikum.
Modalitas belajar atau gaya belajar tersebut di atas merupakan dasar bagi siswa untuk belajar dengan menggunakan strategi Quantum Learning. Menurut DePorter dan Hernacki dalam Alwiyah (2009), strategi Quantum Learning meliputi hal-hal sebagai berikut.
1. Memberikan sugesti positif untuk siswa
Dalam Quantum Learning tidak terdapat istilah siswa bodoh atau gagal.Kegagalan adalah umpan balik untuk memberikan motivasi siswa dan belajar dari kegagalan untuk memperoleh kesuksesan. Metode Quantum Learning digunakan guru untuk selalu memberikan sugesti posif kepada siswa bahwa mereka mampu melakukan aktifitas belajar mengajar dengan baik, mampu mengerjakan tugas dengan baik, dan akhirnya mampu memperoleh nilai terbaik.
2. Mendudukkan murid secara nyaman
Dalam metode Quantum Learning, siswa diajarkan bagaimana siswa duduk secara nyaman. Posisi duduk dan berjalan memasuki kelas harus tegak sehingga siswa akan selalu bersemangat dalam menghadapi segala aktifitas pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru.
3. Memasang musik latar di dalam kelas
Musik yang digunakan adalah musik klasik dengan irama ketukan yang teratur sesuai detak jantung. Dari hasil penelitian, musik-musik tersebut dapat meningkatkan daya tahan dalam belajar dan meningkatkan daya konsentrasi siswa.
4. Meningkatkan prestasi individu
Dalam metode Quantum Learning, peran guru bukanlah mentransfer pengetahuan kepada siswa secara satu arah saja, melainkan siswa juga distimulasi agar ikut berperan aktif selama proses belajar mengajar berlangsung. Hal ini bisa dilakukan melalui permainan, diskusi, tanya jawab, dan lain sebagainya. Melalui treatment tersebut, maka prestasi individu akan lebih terlihat dan bisa ditingkatkan.
5. Menggunakan poster atau gambar untuk memberi kesan besar sambil menonjolkan
informsi
Metode Quantum Learning mengajarkan proses pembelajaran secara menyenangkan. Sehingga guru harus bersikap kreatif untuk menghidupkan proses belajar mengajar tersebut, diantaranya dengan menggunakan poster-poster dalam memberikan materi pelajaran. Sehingga siswa akan lebih mudah mengingat dan memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.
Contoh Skenario Model Quantum Learning
Kegiatan pendahuluan :
1. Guru melakukan apersepsi dengan pertanyaan pada materi pembelajaran IPA.
2. Memberi pertanyaan kepada siswa tentang cakupan materi dari pembelajaran IPA
Kegiatan inti :
1. Mentransfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep.
2. Memperbaiki peta konsep yang belum terstruktur menjadi terstuktur.
3. Setelah peta konsep jadi, membeti tugas kepada siswa untuk membuat peta konsep secara berkelompok berdasarkan sub-sub materi.
4. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian siswa kerja kelompok untuk
membuat peta konsep.
5. Guru keliling untuk memberi penjelasan jika ada kelompok yang bertanya selama siswa
menyusun peta konsep..
6. wakil-wakil
kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Sementara itu kelompok
lain diberi kesempatan untuk memberi tanggapan dan masukan.
7. Menjelaskan tentang materi yang belum dipahami siswa
Kegiatan Penutup :
1. Memberikan masukan tentang hasil pekerjaan siswa
2. Postest.
3. Memberi kesempatan siswa untuk memberi masukan tentang cara pmbelajaran yang dilakukan guru sebagai evaluasi pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Dari
uraian di atas timbul beberapa pertanyaan antara lain :
1. apakah model pembelajaran kuantum merupakan perencanaan pembelajaran yang ideal menurut tuntutan kurikulum yang berlaku pada saat sekarang ini ?
2. apakah ada perbedaan dan persamaan dari Quantum Teaching dan Quantum Learning ?
1. apakah model pembelajaran kuantum merupakan perencanaan pembelajaran yang ideal menurut tuntutan kurikulum yang berlaku pada saat sekarang ini ?
2. apakah ada perbedaan dan persamaan dari Quantum Teaching dan Quantum Learning ?
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusSaya mencoba menanggapi pertanyaan no 3.
Teaching diarahkan untuk proses pembelajaran guru saat berada di kelas, berhadapan dengan siswa, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasinya.teaching untuk guru.
Learning merupakan konsep untuk pembelajar agar dapat menyerap fakta, konsep, prosedur, dan prinsip sebuah ilmu dengan cara cepat, menyenangkan, dan berkesan.learning untuk siswa atau masyarakat umun sebagai pembelajaran.
Terima kasih
Menyikapi pertanyaan no 2.?
BalasHapusPerbedaan dan persamaan
Model pembelajaran Quantum Teaching dan quantum Learning merupakan model pembelajaran yang sama-sama dikemas Bobbi DePorter yang diilhami dari konsep kepramukaan, sugestopedia, dan belajar melalui berbuat. Teaching diarahkan untuk proses pembelajaran guru saat berada di kelas, berhadapan dengan siswa, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasinya. Pola Teaching terangkum dalam konsep TANDUR, yakni Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan. Sementara itu, Learning merupakan konsep untuk pembelajar agar dapat menyerap fakta, konsep, prosedur, dan prinsip sebuah ilmu dengan cara cepat, menyenangkan, dan berkesan. Jadi, Teaching diperuntukkan guru dan Learning diperuntukkan siswa atau masyarakat umum sebagai pembelajar. Sebagai guru, Ibu tentunya perlu mendalami keduanya agar bisa menyerap konsep secara utuh dan terintegrasi.
Menanggapi soal no 2.
BalasHapusQuantum Teaching dan Quantum Learning merupakan model pembelajaran yang sama-sama dikemas Boby DePorter yang diilhami dari konsep kepramukaan, sugestopedia, dan belajar melalui berbuat.
Quantum Teaching diarahkan untuk proses pembelajaran guru saat berada di kelas, berhadapan dengan siswa, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasinya. Pola Quantum Teaching terangkum dalam konsep TANDUR, yakni Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan.
Sementara itu, Quantum Learning merupakan konsep untuk pembelajar agar dapat menyerap fakta, konsep, prosedur, dan prinsip sebuah ilmu dengan cara cepat, menyenangkan, dan berkesan. Jadi, Quantum Teaching diperuntukkan guru dan Quantum Learning diperuntukkan siswa atau masyarakat umum sebagai pembelajar. Sebagai guru, Ibu tentunya perlu mendalami keduanya agar bisa menyerap konsep secara utuh dan terintegrasi.
Saya akan menanggapi pertanyaan no.2
BalasHapusQuantum teaching adalah pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsure-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa.sedangkan,
Quantum learning merupakan kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat.
Perbedaan antara Quantum Teaching, Quantum Learning adalah: Quantum Teaching diarahkan untuk proses pembelajaran guru saat berada di kelas, berhadapan dengan siswa, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasinya. Pola Teaching terangkum dalam konsep TANDUR, yakni Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan. Sementara Learning merupakan konsep untuk pembelajar agar dapat menyerap fakta, konsep, prosedur, dan prinsip sebuah ilmu dengan cara cepat, menyenangkan, dan berkesan. Jadi, Teaching diperuntukkan guru dan Learning diperuntukkan siswa. Kemudian persamaan nya ialah metode yang sama-sama digunakan pada Quantum.
BalasHapusSalam
Agung Laksono
mencoba menanggapi pertanyaan nomor 1 apakah model pembelajaran Quantum merupakan perencanaan pembelajaran yang ideal menurut tuntutan kurikulum yang berlaku pada saat sekarang ini?
BalasHapusmenurut saya setiap model pembelajaran mengarahkan pada perencanaan pembelajaran yang ideal. jadi model pembelajaran Quantum sudah termasuk pada model pembelajaran yang ideal.
Menanggapi pertanyaan nomor 2. Keduanya sama sama menggunakan model pembelajaran Quantum. Sementara bedanya adalah pada siapa yang menggunakan model tersebut. Quantum Teaching oleh guru dengan menerapkan prinsip TANDUR. Sedangkan Siswa mengimbangi dengan menerapkan keterampilan belajar yang sesuai gaya belajarnya masing masing,.
BalasHapusTerimakasih.
saya akan menanggapi pertanyaan no. 2
BalasHapusperbedaan quantum teaching dan quantum learning.
Quantum Teaching diarahkan untuk proses pembelajaran guru saat berada di kelas, berhadapan dengan siswa, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasinya.sedangkan Learning merupakan konsep untuk pembelajar agar dapat menyerap fakta, konsep, prosedur, dan prinsip sebuah ilmu dengan cara cepat, menyenangkan, dan berkesan. Jadi, Teaching diperuntukkan guru dan Learning diperuntukkan siswa.terimakasih ^-^
Saya menanggapi pertanyaan no 2.
BalasHapusModel Pembelajaran quantum learning dan quantum teaching Perbedaannya adalah teaching diarahkan untuk proses pembelajaran guru saat berada di kelas, berhadapan dengan siswa, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasinya, sedangkan Learning merupakan konsep untuk pembelajar agar dapat menyerap fakta, konsep, prosedur, dan prinsip sebuah ilmu dengan cara cepat, menyenangkan, dan berkesan.
Persamaannya quantum teaching dan Learning merupakan model pembelajaran diilhami dari konsep kepramukaan, sugestopedia, dan belajar melalui berbuat.
saya tertarik menanggapi pertanyaan pertama.. apakah model pembelajaran kuantum merupakan perencanaan pembelajaran yang ideal menurut tuntutan kurikulum yang berlaku pada saat sekarang ini? saya tidak bisa menjudge ideal atau tidaknya,namun jika dilihat model ini adalah model yang berpusat pada siswa dan sesuai dengan kurikulum saat ini. lalu disini siswa juga dituntut untuk bekerja sama, berfikir kritis sesuai dengan karakteristik kurikulum K13 yang digunakan sekarang. jadi model ini baik digunakan pada kurikulum saat ini..
BalasHapusQuantum learning merupakan kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. sedangkan Quantum Teaching mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi dan memudahkan proses belajar. sekian
BalasHapusQuantum Teaching diperuntukkan guru dan Quantum Learning diperuntukkan siswa atau masyarakat umum sebagai pembelajar.
BalasHapus1) Teaching diarahkan untuk proses pembelajaran guru saat berada di kelas, berhadapan dengan siswa, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasinya.
2) Learning merupakan konsep untuk pembelajar agar dapat menyerap fakta, konsep, prosedur, dan prinsip sebuah ilmu dengan cara cepat, menyenangkan, dan berkesan.
Teaching dan Learning merupakan model pembelajaran yang sama-sama dikemas Bobbi DePorter yang diilhami dari konsep kepramukaan, sugestopedia, dan belajar melalui berbuat
menanggapi pertanyaan pertama
BalasHapusapakah model pembelajaran kuantum merupakan perencanaan pembelajaran yang ideal menurut tuntutan kurikulum yang berlaku pada saat sekarang ini ?
menurut saya ideal atau tidak ideal tergantung pada saat pelaksanaan di kelas dan tergantung pada hasil belajar siswa. jika hasil belajar siswa meningkat maka dapat dikatakan ideal untuk kurikulum saat ini. karena kita tahu bahwa model quantum berpusat pada siswa dan sesuai dengan K13 saat ini. terima kasih.
Assalamualaikum wr.wb menurut pendapat saya perbedaannya yaitu quantum teaching diperuntukan pada guru bagaimana proses pembelajarannya sedangkan quantum learning adalah bagaimana cara siswa belajar dengan cara yang menyenangkan sehingga materi pembelajaran dapat diterima dengan baik
BalasHapusmenanggapi pertanyaan nomor 1 menurut pendapat saya model ini sudah mencakup semua karakteristik 4c yang sesuai dengan pembelajaran abad 21 yang mana pada langkah-langkah tandur yang diterapkan telah terdapat aspek Berpikir kritis dan penyelesaian masalah, komunikasi dan kolaborasi serta pembelajaran sudah stundent centered, terimakasih
BalasHapusapakah ada perbedaan dan persamaan dari Quantum Teaching dan Quantum Learning ?
BalasHapusJIKA ditanya pesamaan jelas kedua kedua model ini adalah model dalm pembelajaran, artinya bagaimana quantum ber peran sebagai sarana penyampaian materi pembelajaran.